Tema, topik dan judul


Tugas : Bahasa Indonesia

TEMA, TOPIK, DAN JUDUL

 

DI SUSUN OLEH :

 

NAMA     : M. ARMAN AHMAD

NPM         : 051609013

PRODY     : MSP (Manajemen Sumber Daya Perairairan)

 

 

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

TERNATE

2011

 

KATA PENGANTAR 

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kemampuan, sehingga makalah yang berjudul “tema, topik, dan Judul” ini dapat diselesaikan dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Dengan segala kemampuan yang terbatas, makalah ini mencoba menguraikan tentang tema, topik, dan judul. Dan dengan adanya makalah ini, kami segenap penyusun berharap sedikit membantu para pembaca dan penyusun sendiri dalam memehami cara menentukan tema, topik, dan judul yang baik dan benar. Namun demikian, apabila dalam makalah ini dijumpai kekurangan dan kesalahan baik dalam pengetikan maupun isinya, maka kami segenap penyusun dengan senang hati menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati, kami menghaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada teman-teman angkatan maupun senior fakultas perikanan dan ilmu kelautan yang bersama-sama mewujudkan tercapainya tujuan perkuliahan Bahasa Indonesia. Semoga makalah yang sederhana ini bermanfaat adanya. Amin yaa rabbal alamin.

 
 

Ternate, November 2011

Penyusun

Kelompok

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Tema, topik, dan judul merupakan salah satu unsur terpenting dalam membuat karya ilmiah. Antara tema, topik, dan judul itu berbeda. Topik dan tema harus ditentukan sebelum mulai menulis. Sedangkan judul tidak selalu demikian. Terkadang topik juga langsung di jadikan judul.

Dalam makalah ini akan kami sajikan pengertian atau definisi masing-masing dari topik, tema, dan judul. Serta perbedaan tema, topik, dan judul.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut perlu kiranya merumumuskan masalah sebagai pijakan untuk terfokusnya kajian makalah ini. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut.

  1. Apa pengertian Tema?
  2. Apa pengrtian  Topik?
  3. Apa pengertian Judul?
  4. Bagaimana cara memilih topik yang baik?
  5. Apa saja batasan-batasan dalam topik?
  6. Bagaiman cara memilih judul yang tepat?

1.3 Metode Pemecahan Masalah

Metode pemecahan masalah yang dilakukan melelui studi literature/metode kajian pustaka, yaitu dengan menggunakan beberapa referensi buku atau dari referensi lainnya yang merujuk pada permasalahan yang dibahas. Adapun langkah pemecahan masalahnya adalah menentukan masalah yang akan dibahas dengan melakukan perumusan masalah, melakukan langkah-langkah pengkajian masalah, penentuan tujuan dan sasaran, perumusan jawaban permasalahan dari berbagai sumber, dan penyintesisian serta pengorganisasian jawaban permasalahan.

1.4 Sistematika Penulisan Makalah

Makalah ini ditulis ke dalam 3 bagian meliputi:

Bab I, bagian pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang masalah, perumusan masalah, metode pemecahan masalah, dan sistematika penulisan makalah;

Bab II, adalah pembahasan;

Bab II, bagian penutup yang terdiri dari simpulan dan saran-saran.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Definisi Tema

Tema adalah sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Kata “tema” berasal dari bahasa Yunani tithenai yang berarti menempatkan atau meletakkan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tema disebut sebagai pokok pikiran, dasar cerita.

Secara khusus, dalam karangan-mengarang, pengertian tema dapat dilihat dari dua sudut, yaitu dari sudut karangan yang telah selesai dan dari sudut proses penyusunan sebuah karanga. Dilihat dari sudut sebuah karangan yang sudah selesai, tema dapat diartikan sebagai amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya.

Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis
cerpen, puisi, novel, karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah atapnya. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.

 

  • Syarat-syarat memilih tema yang baik antara lain:
  1. Tema menarik perhatian penulis.

    Dapat membuat seorang penulis berusaha terus-menerus untuk membuat tulisan atau karangan yang berkaitan dengan tema tersebut.

  2. Tema dikenal/diketahui dengan baik.

    Maksudnya pengetahuan umum yang berhubungan dengan tema tersebut sudah dimilki oleh penulis supaya lebih mudah dalam penulisan tulisan/karangan.

  3. Bahan-bahannya dapat diperoleh.

    Sebuah tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.

  4. Tema dibatasi ruang lingkupnya.

    Tema yang terlampau umum dan luas yang mungkin belum cukup kemampuannya untuk menggarapnya akan lebih bijaksana kalau dibatasi ruang lingkupnya.

     

  • Tema dapat dikesankan melalui:

Perwatakan watak-watak dalam sesebuah cerita.

2. Peristiwa, kisah, suasana dan unsur lain seperti nilai-nilai kemanusian dan kemasyarakatan yang terdapat dalam cerita.

3. Persoalan-persoalan yang disungguhkan dan kemudian mendapatkan pokok persoalannya secara keseluruhan.

4. Plot cerita.

2.2 Definisi Topik

Pengertian topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.
Topik atau masalah adalah pokok pembicaraan. Menurut Kridalaksana topik adalah satu bagian kalimat yang diutamakan dari beberapa hal yang mengikutinya ; kerangka yang bersangkutan dengan ruang, waktu, dan benda. Keraf mengatakan, penulis lebih baik menulis hal-hal yang sifatnya menarik bagi penulis sendiri dengan pokok persoalan yang benar-benar diketahui dan dipahami daripada menulis pokok-pokok yang tidak menarik atau tidak diketahui.

1.      Pertimbangan Memilih Topik

Untuk menghasilkan sebuah karangan yang baik, pengarang harus memilih topik yang menarik hatinya. Manurut Arifin, berikut hal-hal yang dipertimbangkan dalam memilih topik.

  • Topik yang dipilih harus berada di sekitar penulis, baik disekitar pengalaman penulis maupun disekitar pengetahuan penulis.
  • Topik yang dipilih hendaknya yang menarik perhatian penulis
  • Topik yang dipilih berpusat pada suatu segi lingkup yang sempit dan terbatas.
  • Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang objektif, bukan subjektif seperti angan-angan.
  • Topik yang dipilih harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya walaupun serba sedikit. Artinya, topik yang dipilih janganlah terlalu baru bagi penulis.
  • Topik yang dipilih harus memiliki acuan berupa bahan kepustakaan yang akan memberikan informasi tentang pokok persoalan yang akan ditulis.

2.      Pembatasan Topik

Topik yang akan diangkat dalam permasalahan haru dibatasi sampai tahap yang paling sempit dan terbatas agar pembatasanny tidak terlalu luas dan terarah.

Cara mempersempit itu seperti disebutkan “Cipta Lika Caraka” dapat dilakukan sebagai berikut.

1. Menurut tempat

Contoh, Indonesia lebih khusus daripada dunia, pulau jawa lebih khusus daripada tanah air Indonesia, dan sebagainya.

2, Menurut waktu/ periode zaman

Contoh, “Perkembangan Islam” bisa dibatasi ” Perkembangan Islam di Masa Nabi Muhammad SAW”

3. Menurut Hubungan Kausal

Contoh, “Perkembangan Islam” dapat dikhususkan pembahasannya menjadi “Sebabnya Islam Tersiar”

4. Menurut pembagian bidang kehidupan manusia (politik, sosial, ekonomi, agama, kebudayaan, ilmu pengetahuan, kesenian)

Contoh, Topi ” Pembangunan di Indonesia” dapat dibatasi menjadi ” Pembangunan Politik Masa Orde Baru”

5. Menurut aspek umum-khusus

Contoh, Topik ” Pengaruh Kebijaksanaan 15 November 1978 Terhadap Masyarakat” dapat dikhususkan menjadi ” Pengaruh Kebijaksanaan 1978 Terhadap Usaha Kerajinan Rotan di Amuntai”

6. Menurut objek material dan objek formal

Objek material ialah bahan yang dibicarakan, sebagai objek formal ialah dari sudut mana bahan itu ditinjau.

Contih: “Perkembangan Pers di Indonesia di Tinjau dari Segi Kebebasannya. Perkembangan Pers di Indonesia sebagai objek material, dan di Tinjau dari Segi Kebebasannya adalah objek material.

2.3 Definisi Judul

      Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, judul di definisikan sebagai (1) nama yang dipakai untuk nama buku atau bab dalam buku yang dapay menyiratkan secara pendek isi atau maksud buku dalam bab itu; (2) kepala karangan judul dalam suatu karya ilmiah harus berbentuk frasa, bukan kalimat atau kata.

Pengertian lain tentang judul, sebagai berikut.

  • Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi).
  • Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.
  • Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan.
  • Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.
  • Judul terbagi menjadi dua:

1. Judul langsung

Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas.

2.Judul tak langsung :

Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.

1, Pertimbangan Memilih Judul

Judul adalah kepala karangan. Jadi judul harus sesuai dengan uraian dan untaian kalimat yang ada dibawahnya. Jangan sampai antara judul dan isi terdapat perbedaan atau tidak relevan karena judul diibaratkan seperti kepala dan isi sebagai tubuhnya. Pada umumnya judul dibuat sebelum menuliskan isi. Akan tetapi, ada juga yang lebih suka menulis kalimat terlebih dahulu, baru kemudian memikirkan apa judul yang sesuai dengan tulisan itu.

2.      Aturan Pemilihan Judul

Berikut beberapa aturan pemilihan judul :

1. Harus relevan, yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.

2.   Harus provokatif, yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan.

3.   Harus singkat, yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangklaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak lebih dari lima kata.

2.4 Perbedaan Tema, Topik, dan Judul

Perbedaan antara Tema, Topik, dan Judul ialah,

  1. Tema merupakan pokok pemikiran, ide atau gagasan tertentu yang akan disampaikan oleh penulis melalui karangannya.Dan tema juga merupakan dasar cerita (yang dipercakapkan-dsb), yang dipakai sebagai dasar mengarang, mengubah sajak,dsb.
  2. Topik merupakan pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dsb. Topik juga merupakan ide sentral yang mengikat keseluruhan uraian, deskripsi, penjelasan, dan seluruh pembuktian.
  3. Judul merupakan kepala karangan (cerita,drama,dsb) atau perincian atau penjabaran dari topik dan judul dapat juga merupakan nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang menyiratkan secara pendek isi buku atau bab.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Sebagai salah satu unsur terpenting dalam membuat karya ilmiah, tema, topik, dan judul merupakan hal yang harus diperhatikan dalam membuat karya tulis. Karena, tema, topik, dan judul merupakan sesuatu yang mendasar.

Tema merupakan pokok pemikiran, ide atau gagasan tertentu yang akan disampaikan oleh penulis melalui karangannya.Dan tema juga merupakan dasar cerita (yang dipercakapkan-dsb), yang dipakai sebagai dasar mengarang, mengubah sajak,dsb.

Topik merupakan pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dsb. Topik juga merupakan ide sentral yang mengikat keseluruhan uraian, deskripsi, penjelasan, dan seluruh pembuktian.

Judul merupakan kepala karangan (cerita,drama,dsb) atau perincian atau penjabaran dari topik dan judul dapat juga merupakan nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang menyiratkan secara pendek isi buku atau bab.

  1. Saran

Dengan memahami dan menguasai berbagai kaidah penulisan tema, topik, dan judul. Diharapkan pembaca dapat membuat tema, topik, dan judul yang baik dan benar. Setidaknya dengan memahami pembahasan makalah penulis kali ini, pembaca menjadi paham bagaimana cara membuat tema, topik, dan judul dengan baik dan sisitematis dan mengerti apa saja syarat-syarat penyusunan tema, topik, dan judul agar didapat suatu karya yang baik dan benar, serta menghindari kekeliruan penentuan.

Bagi  pemula, untuk membuat suatu karya ilmiah diperlukan kejelian untuk menentukan tema, topik, dan judul. Sebaiknya dalam  mengambil tema, topik, dan judul yang sesuai dengan materi yang dikuasai. Agar tidak terjadi kekeliruan dalam pembahasan karya ilmiah atau karangan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Karyanto, Umum Budi. 2009. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Pekalongan: STAIN

Pekalongan Press.

Widagdo, Djoko. 1997. Bahasa Indonesia Pengantar Kemahiran Berbahasa Indonesia di

Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

(http://iksan-jambi.blogspot.com/2009/07/indonesia.html, diakses 19 november 2011)


(http://id.wikipedia.org/wiki/Tema.html, diakses 12 november 2011)

(http//yukfuk.wordpress.com/2011/06/11, diakses 12 november 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s