Jenis-jenis ikan arwana


M. ARMAN AHMAD

MSP, PERIKANAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

ANGKATAN 2009

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Arwana merupakan ikan hias kebanggaan Indonesia. Alasannya cukup jelas. Indonesia adalah gudang arwana berkualitas. Hal ini di akui pecinta ikan hias di seluruh dunia. Lebih dari itu, di antara jenis arwana yang ada di dunia, jenis ikan hias yang paling populer dan berkelas adalah arwana asal Indonesia, yakni jenis super red dan golden red.

Sayangnya, sosialisasi atau publikasi arwana-terutama super red dan golden red-sebagai ikan asli Indonesia belum sepenuhnya berhasil di lakukan. Tentunya hal ini menjadi tugas kita bersama untuk mendengungkan hak paten arwana, baik di dalam maupun di luar negeri. Tujuannya untuk menghindari pencurian hak kepemilikan oleh Negara lain. Pasalnya, banyak kasus arwana yang berasal dari Indonesia di jual ke Negara lain di asia dengan label sertifikat yang menyatakan bahwa ikan tersebut bukan berasal dari Indonesia.

Sebagai ikan hias asli Indonesia, tentunya keberadaan arwana harus senantiasa di lestarikan. Salah satunya adalah dengan memeliharanya. Merupakan hal yang membanggakan jika kita berhasil memelihara ikan ini hingga besar, apalagi sampai beranak pinak. Namun sayangnya, banyak dari hobiis yang belum mengerti cara yang tepat untuk memelihara ikan ini.

Sejak ikan arwana di manfaatkan sebagai ikan hias. Maka sejak itu, perburuan arwana sebagai ikan hias mulai di lakukan. Arwana di buru, kemudian di perdagangkan secara bebas. Namun, tidak semua jenis arwana yang ada di dunia bisa di perdagangkan. Dari empat genus yang ada, hanya dua genus yang memilki nilai jual, yakni Scleropages dan Osteoglossum.

Sejak itu, keberadaan arwana akhirnya di pantau oleh International Union for Conseration of Nature and Natural Resources (IUCN), yakni organisasi konservasi internasional. Pada tahun 1969, IUCN memasukkan arwana ke dalam daftar Red Data Book volume IV, dengan kategori Depleted Spesies atau spesies rawan akan kepunahan. Red data book adalah buku yang berisi daftar jenis flora dan fauna langka di dunia yang di keluarkan IUCN.

Meskipun arwana sudah terdaftar dalam red data book, perburuan dan perdagangan liar arwana masih gencar di lakukan. Tentu saja, kondisi ini bisa mengancam kepunahan ikan tersebut dalam waktu dekat. Tidak heran jika upaya dunia internasional untuk melindungi spesies langka tersebut semakin tegas.

Pada tahun 1975, perdagangan arwana di atur oleh Convention On International Trade In Endangered Spesies Of Wild Fauna And Flora (CITES), yaitu konvensi internasional yang mengatur perdagangan flora dan fauna langka. Tidak tanggung-tanggung, dalam konvensi tersebut arwana di kategorikan dalam daftar Appendik 1 atau spesies berstatus sangat langka.

Indonesia turut menandatangani konvensi yang di lakukan pada tanggal 28 maret 1979 tersebut. Dengan demikian, indonesia resmi menjadi anggota CITES. Konsekuensinya, indonesia di tuntut memiliki komitmen tehadap perlindungan arwana. Komitmen tersebut di buktikan dengan di keluarkannya Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 716/ktps/um/10/1980 tentang upaya perlindungan arwana, serta di perkuat dengan Surat Keputusan Dirjen PHPA No. 07/kpts/DJ-Vi/1998 dan instruksi Dirjen Perikanan No-IK-250/D.4.2955/83K.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Klasifikasi Dan Morfologi

Tidak semua perairan tawar dunia terdapat arwana. Hanya perairan dengan kondisi tertentu yang cocok untuk kehidupan arwana. Umumnya, arwana menyukai perairan tawar yang dasarnya berlumpur, tidak berbatu, dan berarus lambat. Selain itu, arwana juga menyukai sungai dengan kadar asam rendah, yakni dengan tingkat Ph 4,5-5.

Arwana tergolong ikan yang gemar meloncat ke permukaan air untuk memangsa hewan-hewan kecil seperti serangga, kelelawar, dan burung-burung kecil. Sementara di dalam air, arwana memakan ikan-ikan kecil dan udang. Jenis ikan yang di sukai arwana antara lain ikan mas kecil (Cyprinus carpio), guppy (Poecilia reticulate), plati koral (Poecilia maculates), dan molly (Poecilia mollinesia).

Dalam hal berkembang biak, arwana memilih pasangannya masing-masing. Setelah mendapatkan pasangan, baik jantan maupun betina akan mencari tempat privasi. Misalnya, di dasar air yang tidak terganggu pasangan arwana lainnya. Arwana berkembang biak dengan cara bertelur (ovivar). Indukan betina akan memijah dengan terlebih dahlu mengeluarkan sel telurnya. Sementara induk jantan akan membuahinya dengan cara menyemprotkan cairan sperma ke sel telur.

Sekali memijah, induk arwana mampu menghasilkan 20-55 butir telur. Jumlah ini terbilang sedikit di bandingkan dengan jumlah telur yang di hasilkan oleh ikan lain. Itulah sebabnya, populasi arwana terbilang langka. Diameter masing-masing telur adalah 1,3-1,6 cm.

Uniknya, telur-telur tersebut justru di erami oleh sang jantan di dalam mulutnya. Waktu yang di butuhkan untuk mengerami telur sekitar 50 hari. Itu artinya, arwana jantan harus berpuasa selama waktu yang di butuhkan untuk mengeram. Sementara tugas induk betina adalah menjaga agar selama mengerami telur,induk jantan aman dari gangguan lingkungan sekitarnya. Biasanya, telur-telur tersebut menetas pada awal musim hujan ketika permukaan air danau, rawa, atau sungai naik.

Telur-telur yang menetas nantinya akan menjadi burayak atau larva. Pada masa ini, burayak masih tinggal di dalam mulut ikan jantan. Sebab, di dalam tubuh larva masih terdapat kuning telur yang berfungsi sebagai cadangan makanan untuk 1-1,5 bulan. Ketika cadangan makanan habis, larva akan keluar dari mulut induk ikan jantan dan mencari makan sendiri. Namun awalnya, larva masih sesekalimasuk ke mulut indukan jantan karena belum terbiasa sengan habitat sesungguhnya.

  1. Klasifikasi

Jenis-jenis arwana yang ada di dunia cukup banyak. Pengelompokkannya data di bagi ke dalam beberapa versi. Ada yang berdasarkan genus dan sepsies, berdasarkan wilayah penyebaran, dan berdasarkan warna sisik.

Berikut yang di tampilkan ialah klasifikasi arwana unggulan dari jenis Scleropages (super red) asli indonesia :

Kerajaan    :Animalia

Kelas        :Pisces

Ordo        : Malacopterygii

Famili        :Osteoglossidae

Genus        :Scleropages

Spesies:    : Scleropages formosus (arwana green, super red, golden red)

        : Scleropages jardini (arwana irian)

        : Scleropages guntheri

        : Scleropages leichartdti

 

  1. Morfologi

Arwana memiliki badan dan kepala yang agak padat. Bentuk tubuhnya pipih (compressed) danmemanjang Panjang arwana dewasa sangat variatif, yakni 30-80 cm. Punggungnya datar dan cenderung lurus dari mulut hingga sirip punggung. Terdapat garis lateral atau gurat sisi yang terletak di kedua sisi, dengan komposisi tampak seimbang antara sisi kanan dan sisi kiri. Panjang gurat sisi mengikuti panjang tubuhnya.

Bagian insangnya di lengkapi dengan penutup insang. Sementara bagian mulut lebar dengan rahang cukup kokoh. Bentuk mulutnya cenderung mengarah ke atas yang di lengkapi dengan gigi yang berjumlah 15-17 buah. Di ujung mulutnya terdapat dua buah sungut yang berfungsi sebagai sensor dan alt peraba mangsa di air. Di dalam kontes arwana, bagian sungut ini masuk dalam criteria penilaian.

Ikan ini di lengkapi dengan lima buah sirip, yakni sirip dada (pectoral fin),sirip perut (pelvic fin), sirip anus (anal fin), sirip punggung (dorsal fin), dan sirip ekor (tail fin). Letak sirip punggung berdekatan-bahkan kadang-kadang menempel-dengan pangkal sirip ekor. Sementara sirip anusnya lebih panjang daripada sirip punggung, yakni hampir mencapai sirip perut.

Sisiknya berukuran besar dan permukaannya mengilap. Bentuk sisiknya berupa cycloid atau melingkar. Pada beberapa jenis arwana terdapat ring atau tepian sisik. Warna sisik sangat variatif, di antaranya perak, hitam, emas, dan merah. Itu sebabnya banyak yang member nama jenis arwana berdasarkan warna sisiknya.

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

Arwana Asia (Scleropages formosus), adalah salah satu spesies ikan air tawar dari Asia Tenggara. Ikan ini memiliki badan yang panjang; sirip dubur terletak jauh di belakang badan. Arwana Asia umumnya memiliki warna keperak-perakan. Arwana Asia juga disebut “Ikan Naga” karena sering dihubung-hubungkan dengan naga dari Mitologi Tionghoa

Arwana Asia adalah spesies asli sungai-sungai di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Ada empat varietas warna yang terdapat di lokasi:

Arwana Asia terdaftar dalam daftar spesies langka yang berstatus “terancam punah” oleh IUCN tahun 2004. Jumlah spesies ini yang menurun dikarenakan seringnya diperdagangkan karena nilainya yang tinggi sebagai ikan akuarium, terutama oleh masyarakat Asia. Pengikut Feng Shui dapat membayar harga yang mahal untuk seekor ikan ini.

  1. Sejarah Singkat Arwana

Pada pertengahan abad ke-19, para ilmuwan tidak hanya menemukan jejak fosil arwana, tetapi juga arwana hidup. Muller dan Schlegel, dua ilmuwan berkebangsaan jerman menemukan arwana pada tahun 1845, yang kemudian mereka namai Osteoglossum formosum. Pada tahun 1913, temuan Muller dan Schlegel tersebut di masukkan ke dalam genus Scleropages dan spesies Formosus oleh Max Weber dan L.F. De Beaufurt, dua ahli zoologi berkebangsaan Belanda.

Sementara itu, arwana jenis lain di temukan Albert Gunther, ilmuwan Inggris kelahiran Jerman pada tahun 1984. Hewan tersebut kemudian di namai Scleropagus leichardti (spotted baramundi). Dua puluh delapan tahun kemudian, tepatnya tahun 1892, seorang narturalisdan entomologis (ahli serangga) Inggris, Saville-kent,menemukan arwana jenis Scleropages jardini. terakhir, pada tahun 1966, ilmuwan jepang bernama Kanazawa menemukan arwana jenis Osteoglossum ferreirai (arwana hitam perak) di perairan Brasil.

Di luar temuan para ilmuwan, sebenarnya masyarakat yang tinggal di sekitar habitat hidup arwana telah lama mengenal ikan ini. Mereka menamakannya dengan sebutan yang beragam. Misalnya, tangkalese (jambi), kelesa (riau), siluk (Kalimantan), dan pirarucu (Brasil).

  1. Jenis Arwana Asli Indonesia

Dimata hobiis, tidak semua jenis arwana yang ada memiliki daya tarik. Untuk jenis yang paling di gandrungi masih bercokol pada arwana supper red dan golden red. Kedua jenis ini, terutama super red, memiliki daya tarik dan popularitas yang luar biasa. Keindahan warnanya tak perlu di ragukan. Beruntung, habitat asli kedua jenis arwana ini berasal dari indonesia. Pantas jika kita ikut merasa bangga. Tidak hanya itu, indonesia juga memiliki janis arwana lain yang cukup popular di dunia. Berikut jenis-jenis arwana yang bersal dari indonesia.

 

  1. Arwana super red (super red arowana)

Habitat asli arwana ini berasal dari perairan kalimantan barat, tepatnya di sepanjang sungai ketungau dan sungai-sungai di kabupaten kapuas hulu seperti puyam, sungai seriang dan sungai tawang. Super red juga hidup di danau-danau di sekitar kalimantan barat seperti danau aji, danau maid, danau saih dan danau siluk.


 

 

 

 

 

 

 

Bentuk badan arwana super red sedikit lebih tebal dan agak lebar di bandingkan dengan proporsi jenis arwana lain di luar spesies Scleropages formosus. Keistimewaannya terletak pada pancaran warna sisiknya yang merah menyala dan kilau kekuningan di beberapa bagian tubuhnya. Ring atau tepian sisik arwana super red akan mulai terlihat ketika ukuran ikan sekitar 20 cm. Namun, ring tersebut belum tampak mengeluarkan warna. Warna merah pada badan akan keluar ketika arwana berumur 3-4 tahun.


 

Dominasi warna merah arwana super red tak hanya terdapat di bagian sisik, tetapi juga merata hingga ke seluruh bagian tubuh seperti penutup insang, sungut dan bibir. Bahkan, warna merah merona di bibir arwana super red sering di jadikan ungkapan laksana seorang gadis cantik yang bergincu merah menyala. Karena keistimewaan dan pesonanya tersebut, tidak heran jika arwana super red menempati posisi ikan paling mahal di antara jenis arwana lain yang beredar di pasaran, baik di dalam maupun di luar negeri.

Status ikan arwana super red Strain Kapuas Hulu  adalah ikan yang dilindungi Undang-undang (berdasarkan SK Menteri Pertanian No.716/Kpts/Um/10/1980, SK Dirjen PHPA No. 07/Kpts/DJ-VI/1988, Instruksi Dirjen Perikanan No.IK-250/D.4.2955/83K, SK Menteri Kehutanan No.516/Kpts/II/ 1995 dan PP No.7 tahun 1999) dan masuk dalam.appendix I CITES (The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna) yang merupakan perjanjian international yang mengatur pengendalian perdagangan jenis-jenis tumbuhan dan satwa liar serta produk-produknya. Perjanjian ini didirikan tahun 1973 dan mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1975, oleh karena itu perdagangan ikan arwana super red tidak boleh berasal dari penangkapan tetapi harus dari hasil budidaya dan penangkaran.

Pada saat ini teknologi budidaya penangkaran ikan arwana super red Kapuas
Hulu sudah dikuasai oleh masyarakat Kalimanta Barat. Usaha budidaya penangkaran ikan arwana super red Kapuas Hulu telah berkembang dan merakyat baik berada di daerah asalnya di Kabupaten Kapuas Hulu sendiri hingga sampai didaerah hilir DAS Kapuas seperti di Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Produksi anakan ikan arwana super red sendiri per tahun yang berhasil diperdagangkan antar pulau khususnya ke Jakarta dan pasar ekspor seperti ke Singapura, Hongkong, China, Thailand dan Jepang sudah cukup besar, tentunya dengan tidak menyalahi aturan per undang-undangan terhadap satwa yang dilindungi, karena anakan ikan arwana yang diperjualbelikan adalah asli dari hasil usaha budidaya bukan penangkapan di alam.

Keunikan ikan arwana super red strain Kapuas Hulu asal Provinsi Kalimantan Barat adalah mampu beradaptasi dan hidup diberbagai kawasan lintas benua hingga mencapai umur di atas sepuluh tahun. Namun demikian, untuk dilakukan upaya pengembangbiakan di luar habitat aslinya  Kalimantan Barat, ikan arwana super red ini masih sulit dilakukan dan banyak mengalami kegagalan. Ini yang menyebabkan strain arwana super red Strain Kapuas Hulu asal Provinsi Kalimantan Barat tetap memiliki kualitas yang terbaik dibanding dengan ikan arwana sejenis dari luar Kalimantan Barat.

Pemanfaat ikan hias arwana super red Strain Kapuas Hulu ini pada umumnya adalah sebagai ikan hias yang dipajang dalam akuarium di tempat-tempat yang elit, seperti ruang kerja direktur atau kepala kantor, di lobby hotel berbintang, di lobby kantor, di ruang tamu orang-orang penting dan terkenal dan di ruang tamu para hobbies yang memandang dengan liukan – liukan ikan arwana super red dengan warnanya yang merah terang tersebut di dalam akuarium dapat membawa ketenangan dan menghilangkan stress pemiliknya atau tamu yang sedang berkunjung.

Untuk mendapatkan kualitas terbaik dari ikan arwana super red strain Kapuas Hulu pada saat ini hanya memungkinkan apabila dibudidayakan di habitat aslinya di Kalimanta Barat. Habitat yang paling disukai oleh ikan arwana super red strain Kapuas Hulu ini adalah sebagai berikut; pH air optimal 6,0 – 7,0, tingkat kesadahan berkisar 8°, suhu air berkisar 26° s/d 30°C dengan lingkungan perairan yang tenang dan tidak tercemar. Menurut Allen et. al. (2000 dalam [2]), arwana Super red strain Kapuas Hulu hidup di sungai dengan dasar berbatu-batu, danau, rawa dan perairan umum yang berarus sedang atau lambat. Pada fase perkembangbiakan, arwana super red strain Kapuas Hulu mempunyai kebiasaan menjaga anaknya dalam mulut (mouth breeder). Fekunditas ikan ini berkisar antara 20 – 60 butir telur yang erat kaitan dengan umur ikan. Pengeraman telur dan mengasuh anak berlangsung antara 1 – 2 bulan. Anakan arwana super red mempunyai kuning telur yang akan diserap sebagai makanan dalam waktu 1 bulan sampai ukuran 6 – 7 cm, setelah itu dilepas induknya karena dianggap sudah dapat mencari mangsa sendiri. Arwana dewasa dikenal hidup menyendiri dan agresif menyerang untuk berkelahi. Arwana super red strain Kapuas Hulu aktif berenang di permukaan air pada malam hari untuk mencari mangsa, sedangkan pada siang hari cenderung tinggal di dasar perairan. Makanannya dapat berupa serangga, ikan kecil, udang-udangan (crustacea), dan tanaman air. Harga jual ikan arwana super red strain Kapuas Hulu di dalam negeri ukuran 10 Cm berkisar: Rp. 4 s/d 8 juta tergantung kualitas, sedangkan di luar negeri harganya bisa dua kali lipat dari harga pasar di dalam negeri.

 

  1. Arwana Golden Red (Golden Red Arowana)

Sebenarnya, bentuk morfologi arwana golden red tidak jauh berbeda dengan arwana super red. Sisi yang membedakan hanya terlihat dari warna tubuh golden red yang di dominasi warna kuning keemasan. Itu sebabnya arwana ini dinamai arwana golden red. Warna kuning keemasan ini tampak menonjol pada sisik di bagian kepala. Namun,tepian sisik atau ring golden red berwarna kehitaman. Bagian ekor dan sirip belakang berwarna kemerahan, tetapi tidak secerah warna merah pada arwana super red. Sementara bagian ekor atas berwarna abu-abu kehitaman.

Arwana golden red juga termasuk jenis arwana yang habitat aslinya berasal dari indonesia, yakni di perairan tawar di wilayah riau, jambi, dan sumatera utara. Meskipun kalah populer di bandingkan dengan arwana super red, pesona golden red tetap membius para pecinta ikan hias di seluruh dunia. Terbukti, masih banyak para hobiis yang bangga memajang arwana golden red di akuarium mereka. Dari sisi nilai jual arwana golden red berada sedikit dibawah harga arwana super red.

 

  1. Arwana Hijau Atau Pino (Green Arowana)

Di sebut arwana hijau karena memang warna dasar tubuhnya hijau. Meskipun tidak memiliki ring atau tepian sisik, arwana jenis ini tetap memiliki keindahan tersendiri. Arwana hijau banyak di temukan di indonesia, malaysia, kamboja, thailand dan myanmar. Hobiis sering menyebut jenis ini sebagai arwana pino.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Scleropages jardini Atau Arwana Irian (Northern Spotted Barramundi)

Scleropages jardini di temukan di australia,tepatnya di bagian utara sungai Queensland, dibagian selatan sungai jardine, dan sungai adelaide. Jenis ini lebih dikenal dengan nama arwana jardini. Namun, arwana jenis ini juga di temukan di papua (irian jaya) tepatnya di kabupaten merauke, kabupaten bofen digoel, kabupaten mappi, dan kabupaten asmat. Karena itu, orang indonesia lebih mengenal arwana ini dengan sebutan arwana irian.

Arwana ini termasuk jenis yang paling di cari hobiis pemula yang baru ingin memelihara arwana karena mudah di dapat dan harganya pun cukup terjangkau. Arwana irian di datangkan langsung dari papua melalui jakarta, kemudian baru di distribusikan ke berbagai daerah di indonesia atau di ekspor keluar negeri

Bagian bawah perut arwana ini berwarna keperakan, sedangkan warna tubuh bagian belakang merah kehijauan. Ciri yang paling menonjol dari arwana ini adalah adanya bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya. Bintik-bintik tersebut tampak lebih jelas di bagian sirip punggung, sirip anus dan ekor.

Di habitatnya, arwana irian mampu menghasikan 60-100 butir sekali bertelur. Makanan favoritnya adalah serangga,kelelawar, dan burung-burung kecil. Ikan ini sanggup bertahan hidup dengan baik pada suhu 240C dan pH tidak lebih dari 7-8.

Arowana irian (jardini) ada 2 macam. Yang umum ditemui berwarna dasar hijau dan bermutiara merah. Jenis jardini lain berwarna dasar hitam dan bermutiara emas serta lebih sulit ditemui.

Di Australia ditemukan pula jardini tipe 1 (warna dasar hijau, mutiara merah) yang disebut red spotted pearl (Scleropages leichardty). Cross back dan golden red; red spotted pearl dan jardini adalah kerabat, dengan perbedaan lingkungan yang mempengaruhi performa.

Perbedaan yang sangat mencolok adalah pada red spotted pearl, mutiara merah bertaburan secara mencolok pada tubuhnya. Sedangkan pada arowana jardini di mutiara di badannya tidak semencolok arowana red spotted pearl dari australia. Harga jardini (mutiara merah,warna dasar hijau) 12-15 cm dijual dengan kisaran harga 60-80 ribu rupiah, sedangkan arowana red spotted pearl karena langka di Indonesia dihargai 1.3-1.5 juta rupiah.

Arwana tahan terhadap serangan berbagai penyakit. Tetapi sensitif terhadap perubahan kualitas air, terutama terhadap peningkatan kadar amonia, nitrit dan nitrat.

 

3.3 Harga Jual Ikan Arwana

  • Harga jual ikan arwana Super red

No

Jumlah

Ukuran

Harga

Keterangan

1

10 Ekor keatas

8 – 10 cm

2,75 Jt

Komplit

2

20 Ekor Keatas

8 – 10 cm

2,65 Jt

Komplit

3

10 Ekor keatas

20 – 25 cm

4,25 Jt

Komplit

4

20 Ekor Keatas

20 – 25 cm

4 Jt

Komplit

*** Harga sewaktu-waktu dapat berubah Bagi rekan-rekan yang tertarik silahkan Contact person di livia-blog.blogspot.com Author :  Livia Wulandari – ikan arwana

 

  • Contoh Harga Jenis Super Red Dewasa

 


 

Ikan Arwana super red bernama Oscar De La Hoya yang beberapa waktu lalu berharga Rp280 juta, kini mencapai US$100.000 (berkisar Rp900 juta). Harga Oscar melonjak karena ikan itu pada 26 Mei menjadi juara pertama kontes internasional Aquarama di Singapura.

Menjadi juara pertama dalam kontes kelima Aquarama yang diadakan dua tahun sekali merupakan kebanggaan tersendiri. Oscar adalah arwana pertama dari Indonesia yang menjadi juara satu dan otomatis mengangkat ikan jenis ini dari Indonesia.

Mengapa Oscar De La Hoya bisa semahal itu dan menjadi juara? Yang jelas bentuknya unik, penampilannya gagah, kepalanya seperti sendok, dayungnya panjang, ekornya panjang dan warna pada siripnya terlihat indah alami.

“Yang aneh jelas lebih menarik, lebih mahal kalau anehnya sempurna,” kata Sutanto dari Elkindo, Captive Breeder of Red Arowana.

Untuk arwana bongkok dalam setahun bisa ada dua-tiga ekor. Untuk menentukan harganya tergantung bentuk ikannya, sempurna atau tidak. “Kalau sempurna yang kecil bisa empat sampai lima kali lipat dari harga ikan normal. Misalnya harga ikan arwana normal Rp3 juta-Rp4 juta, yang aneh itu bisa Rp15 juta bahkan bisa lebih.”

Sementara itu, Aris Kumaidi dari PT Inti Kapuas Arowana Tbk yang membawahi Proshop Shelook Red mengatakan ukuran yang bisa dijual paling kecil 12 cm -15 cm dengan harga Rp5 juta, yang unik bisa sampai Rp20 juta, tergantung permintaan pasar. Yang terbilang unik dan harganya lebih mahal dari yang normal adalah ikan arwana yang le tiaw lung, susunan sisik yang rata satu, bongkok. Ukuran 35 cm harganya bisa Rp50 juta lebih.

Gunawan, Domestic Marketing PT Inti Kapuas Arowana Tbk mengatakan memiliki arwana unik merupakan kepuasaan bagi pemiliknya karena punya koleksi khusus. Gunawan pernah menjual arwana unik Rp80 juta dengan ukuran 40 cm.

 

 

BAB IV

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Selama ini ikan hias air tawar belum mendapat perhatian yang cukup untuk pengembangan budidayanya meskipun aktifitas perdagangan ikan hias semakin bertambah, padahal ikan arwana telah masuk dalam kategori ekonomis tinggi (Rudhy et,all).

 

  1. Saran

Di harapkan kepada para generasi bahari agar melirik potensi ikan hias air tawar negeri sendiri. Potensi yang ada itu cukuplah besar, maka jika kita acuh tak acuh. Bukan tak mungkin jika ikan hias indonesia akan di kuasai oleh pangsa pasar asing.

Jadilah enterpreneur-enterpreneur muda yang mengembangkan potensi alam negeri sendiri, guna memajukan perekonomian bangsa.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

PT Arwana indonesia, Harianto Bagus dan Wibawa Andar. 2009. Buku pintar memilih dan merawat arwana, Jakarta

Gustiano Rudhy, Prihadi H.T, dan Kusrini Eni. 2008. Survai Potensi, Distribusi Sumber Daya, Dan Usaha Ikan Hias Air Tawar Di Beberapa Sentra Produksi. Balai Riset Perikanan Budi Daya Air Tawar, Bogor

http://id.wikipedia.org/wiki/Arwana_Asia

http://arwana.org/dinas kelautan dan perikanan di posting 27 agustus 2010

http://arwanasuperred.blogspot.com/super red di posting 25 mei 2008

http://flora dan fauna.blogspot.com/budidaya ikan arwana di posting 11 juni 2008

http://livia-blog.blogspot.com di posting 1 april 2011

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s