Taman nasional laut


TAMAN NASIONAL LAUT KARIMUNJAWA


 

 

 

 

 

 

 

OLEH :

M. ARMAN AHMAD

051609013

 

 

PROGRAM STUDY MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

TERNATE

2013

 

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur Penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kemampuan, sehingga makalah mini yang berjudul “Taman Nasional Laut Karimunjawa” ini dapat diselesaikan dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Dengan segala kemampuan yang terbatas, saya mencoba menguraikan secara lengkap tentang konservasi taman nasional laut karimunjawa. Dan dengan adanya makalah ini, saya selaku penyusun berharap sedikit membantu para pembaca dan saya sendiri selaku penyusun dalam memahami aspek-aspek penting konservasi. Namun demikian, apabila dalam makalah ini dijumpai kekurangan dan kesalahan baik dalam pengetikan maupun isinya, Saya selaku penyusun dengan senang hati menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati, Penyusun menghaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dosen Pembimbing mata kuliah serta teman-teman angkatan maupun senior fakultas perikanan dan ilmu kelautan yang bersama-sama mewujudkan tercapainya tujuan perkuliahan ini. Semoga makalah yang sederhana ini bermanfaat adanya. Amin ya rabb.

 
 

Ternate, Desember 2012

Penyusun

 

M. Arman Ahmad

 

 

  1. PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang

    Karimunjawa termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yaitu di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Kepulauan ini juga telah ditetapkan sebagai Taman Nasional. Meski Karimunjawa mungkin tak sepopuler Bali, Lombok, atau Bunaken. Namun, keindahan alam laut kepulauan ini tak kalah luar biasa. Karimunjawa merupakan salah satu dari 9 Taman Laut Nasional di Indonesia, Karimunjawa terdiri atas 27 pulau. Lima pulau dihuni oleh penduduk, sementara sisanya adalah pulau-pulau perawan tak berpenghuni nan jelita. Terdapat 5 jenis ekosistem di kepulauan ini; terumbu karang, rumput laut, hutan bakau, hutan pantai, dan hutan hujan tropis dataran rendah dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.

    Keindahan biota lautnya adalah salah satu alasan utama untuk mengunjungi Karimunjawa. Tak kurang dari 69 marga karang keras dan 353 spesies ikan karang hidup di perairan laut tropisnya. Snorkeling menjadi kegiatan favorit. Menikmati warna-warni terumbu karang, atau menyaksikan tarian ikan-ikan badut yang lucu dan menggemaskan akan menjadi pengalaman tak terlupakan.

    Bila ingin lebih lama menghabiskan waktu bercengkerama dengan biota laut, diving menjadi pilihan yang tepat. Di dasar laut di sekitar Pulau Kemujan terbaring Kapal Panama Indono yang tenggelam pada tahun 1955 dan sekarang menjadi tempat hidup berbagai spesies ikan, serta merupakan salah satu lokasi favorit wreck diving. Penyu sisik dan penyu hijau yang langka pun kerap terlihat berenang di perairan Karimunjawa.

    Spot snorkeling dan diving tersebar hampir di seluruh perairan kepulauan. Menyambangi pulau terdekat menjadi pilihan menarik untuk melihat sisi lain kecantikan Karimunjawa. Kepulauan tropis ini menjanjikan berbagai pengalaman menarik, seperti menyusuri pantai berpasir putih mengelilingi Pulau Cemara Besar, membakar ikan untuk makan siang di Pulau Menjangan Kecil, menjelajah Pulau Cilik dengan gosong berpasir putih lembut di belakangnya, serta kesempatan untuk melihat Elang Laut Dada Putih yang merupakan salah satu satwa langka.

    Keindahan laut yang masih sangat alami ini salah satunya adalah karena masih banyaknya hutan bakau yang tumbuh di Karimunjawa. Sebanyak total 300 hektar bakau tersebar di seluruh kepulauan. Selain melindungi pantai dari abrasi, hutan bakau juga menghasilkan pelapukan yang menjadi makanan utama plankton serta tempat berkembangbiaknya berbagai hewan laut.

    Keunikan budaya masyarakat Karimunjawa menjadi daya tarik tersendiri. Penduduknya merupakan gabungan dari 3 suku berbeda yaitu Jawa, Bugis, dan Madura yang hidup rukun berdampingan. Sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan tinggal di pulau terbesar, Pulau Karimunjawa. Dermaga nelayan menjadi tempat ideal untuk menikmati keindahan langit dan laut saat senja tiba. Pulau ini juga dihiasi oleh deretan perbukitan yang menjadi alternatif trekking atau menanti saat-saat terbitnya sang surya.

  1. Tujuan Dan Manfaat

    Tujuan dan manfaat yang ingin dicapai dari proses pembuatan makalah ini adalah :

  1. Agar Mahasiswa mendapat gambaran tentang keuntungan dari menjaga lingkungan.
  2. Agar Mahasiswa dapat mengetahui seluk beluk dari Taman Nasional Karimunjawa.
  3. Menjadi bahan diskusi bagi mahasiswa tentang bisakah Taman Nasional Laut diaplikasi didaerah ini dan bagaimana proses pengelolaannya.

 

 

  1. PEMBAHASAN

2.1. Profil Karimunjawa

    Karimunjawa termasuk dalam gugusan kepulauan yang secara administratif masuk pada Kabupaten Jepara. Kata Karimun sendiri berasal dari bahasa Jawa yaitu kremun yang artinya kabur atau samar-samar. Diberi nama tersebut karena kepulauan ini terlihat samar-samar dari Pulau Jawa yang disebabkan letaknya yang cukup jauh dari Pulau Jawa. Untuk mencapai Karimunjawa memakan waktu sekitar 4 sampai 6 jam dari daratan Pulau Jawa dengan menggunakan Kapal Motor Cepat dari Semarang atau Jepara. Rasanya cocok dengan namanya, karena memang memakan waktu yang cukup lama untuk tiba di pulau ini.

Secara administratif Kawasan ini terletak di laut Jawa + 83 km dari Kota Jepara menuju arah utara. Obyek ini merupakan kepulauan yang ditetapkan sebagai Taman Nasional laut Karimunjawa. luas daratan 7.120 Ha dengan pulau berjumlah 27 buah, namun yang berpenghuni hanya 5 buah. yaitu Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk dan Genting. dengan hamparan pemandangan di sela-sela pulau, pasir putih yang membentang di sepanjang pantai dengan pohon kelapa. Dengan kapal motor, karimun jawa dapat ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam dari dermaga Jepara. Di kawasan Taman Nasional laut ini juga telah dibangun “Kura-Kura Resort” yang merupakan kawasan peristirahatan dengan fasilitas lux, yang merupakan milik investor asing.

2.2. Taman Nasional Karimunjawa

    Taman Nasional Karimunjawa merupakan gugusan kepulauan berjumlah 22 pulau yang terletak di Laut Jawa, mempunyai luas 111.625 Ha. Taman Nasional Karimunjawa ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut melalui SK Menhut No.123/Kpts-II/1986 kemudian pada tahun 1999 melalui Keputusan Menhutbun No.78/Kpts-II/1999 Cagar Alam Karimunjawa dan perairan sekitarnya seluas 111.625 Ha diubah menjadi Taman Nasional dengan nama Taman Nasional Karimunjawa. Tahun 2001 sebagian luas kawasan TN Karimunjawa seluas 110.117,30 Ha ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Alam Perairan dengan Keputusan Menhut No.74/Kpts-II/2001.

    Permasalahan yang menonjol dalam mengelola kawasan ini adalah perlindungan ekosistem perairan laut. Hal ini disebabkan karena kawasan Karimunjawa adalah salah satu dari tiga pusat perikanan yang diandalkan di Jawa Tengah, dan fakta bahwa sebagian besar penduduknya yang berjumlah lebih dari 8.800 jiwa adalah nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya perikanan. Oleh karena itu sumber daya perikanan menjadi andalan dalam pengembangan perekonomian dikawasan ini. Permasalahan timbul disebabkan karena dalam memanfaatankan sumber daya perikanan yang cenderung berlebihan (over fishing) terutama pada jenis ikan pelagis kecil, usaha penangkapan ikan yang merusak ekosistem terumbu karang yaitu dengan penggunaan Potas atau sianida maupun jaring yang merusak terumbu karang.

    Saat ini Taman Nasional Karimunjawa dikelola oleh Balai Taman Nasional Karimunjawa dengan tugas utama melaksanakan pengelolaan ekosistem kawasan Taman Nasional Karimunjawa dalam rangka konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam pengelolaan terdapat banyak tantangan untuk memadukan konservasi dan pembangunan ekonomi yang memerlukan dukungan seluruh pihak.

2.4. Kegiatan Wisata Yang Dapat Dilakukan

    Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di Karimunjawa diantaranya ialah:

  1. Olahraga selam, bagi yang hobi menyelam dapat menyalurkan hobinya di Tanjung Gelam ( di Karimunjawa ), Pulau Menjangan Besar dan Pulau Cemara Kecil.
  2. Mandi di Pantai dan Berjemur cocok dilakukan di Pulau Menjangan Besar yang berpasir putih dan Pulau Cemara Kecil.
  3. Snorkeling diberbagai spot yang memberikan pemandangan bawah laut yang mengagumkan.
  4. Memancing, para hobiist mancing dapat menyalurkan hobinya dengan menyewa kapal.
  5. Glass bottom boat, bagi yang tidak bisa berenang bisa menikmati keindahan bawah laut dengan glass bottom boat.
  6. Jetski dan banana boat, bagi yang menyukai olahraga air ini, dapat melakukannya di karimunjawa.
  7. Penangkaran ikan hiu, mencoba merasakan fear factor disini, bercanda dengan hiu.
  8. Berperahu mengunjungi pulau-pulau, banyaknya pulau-pulau yang indah, dapat anda kunjungi dengan menggunakan perahu.
  9. Ziarah dimakam Sunan Nyamplungan (Anak Sunan Muria).

 

  1. PENUTUP
  1. Kesimpulan

Taman nasional laut sejatinya merupakan perlindungan terhadap suatu kawasan ekosistem. Bukan saja dibuat dengan maksud keuntungan ekonomi semata, namun keuntungan terhadap ekologilah yang utama. Pada kawasan yang terlebih dahulu ditetapkan pun masih menimbulkan masalah pelik yang belum terselesaikan. Namun dengan cara ini keseimbangan ekosistem pada suatu kawasan masih terjaga dengan baik.

Oleh karenanya, seharusnya pada tiap-tiap provinsi seharusnya mempunyai taman nasional lautnya masing-masing agar kawasan ekosistem pada tiap-tiap daerah tetap terjaga dengan baik.

  1. Saran

Disarankan kepada teman-teman mahasiswa agar mendalami ilmu penerapan taman nasional laut dengan serius, agar bisa diterapkan didaerah kita yang terkenaldengan daerah pesisir.

 

 

REFERENSI

http://www.potlot-adventure.com/2009/03/10/taman-nasional-kepulauan-karimunjawa/

www.wikipedia.com/Ministry-of-Forestry-Karimunjawa-National-Park-(Indonesian)/

http://sensor-journalism.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARIMUNJAWA ON PHOTO

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s