el nino dan la nina


Meteorologi Laut

FENOMENA ALAM EL NINO Dan LA NINA

 
 

Makalah

 
 


 
 

OLEH :

M. ARMAN AHMAD

051609013

 
 

 
 

PROGRAM STUDY MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

TERNATE

2012

 
 

KATA PENGANTAR

Puji syukur Penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT karena atas Nikmat-Nya terutama nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga Penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Fenomena El Nino Dan La Nina”.

Dalam penyusunan makalah ini, berbagai kesulitan Penyusun hadapi, namun kesulitan tersebut dapat teratasi berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini Saya selaku Penyusun menghanturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Dalam makalah ini, Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan dan keterbatasan Penyusun sebagai manusia biasa. Maka dari itu, kritik maupun saran yang sifatnya membangun dari berbagai pihak sangat Penyusun butuhkan demi menyempurnakan makalah ini. Akhir kata Penyusun mengharapkan agar ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama generasi akademik perikanan.

 
 

Ternate, Juni 2012

                                     Penyusun

 

M. Arman Ahmad

 
 

 
 

 
 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, telah terjadi perubahan iklim yang sangat terasa di bumi. Hal ini sangat berpengaruh pada alam dan aktivitas manusia. Salah satunya adalah terdapat anomali suhu yang mencolok, yang mengakibatkan banyak terjadinya fenomena alam seperti pemanasan global dan peristiwa El Nino dan La Nina.

Peristiwa El Nini dan La Nina merupakan gejala alam yang tak bisa dihilangkan tetapi hanya bisa dihindari. Banyak sekali dampak dan pengaruh peristiwa El Nino dan La Nina di dalam aktivitas dan kehidupan manusia juga di alam. Untuk itu perlu sekali peristiwa El Nino dan La Nina untuk dikaji.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian El Nino dan La Nina ?
  2. Apa faktor penyebabnya ?
  3. Bagaimana proses terjadinya ?
  4. Bagaimana pengaruh dan dampaknya bagi manusia dan alam ?
  1. Tujuan
    1. Agar mahasiswa lebih perhatian terhadap fenomena alam yang terjadi di lingkungan manusia.
    2. Agar mahasiswa dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi lingkungan.
  2. Manfaat
    1. Mahasiswa mengerti fenomena yang terjadi di alam.
    2. Mengetahui apa itu El Nino dan La Nina, faktor penyebabnya, proses terjadinya, dampaknya dan bagaimana pengaruhnya terhadap alam serta manusia.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian

El Nino dan La Nina adalah merupakan dinamika atmosfer dan laut yang mempengaruhi cuaca di sekitar laut Pasifik. El Nino merupakan salah satu bentuk penyimpangan iklim di Samudera Pasifik yang ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut di daerah katulistiwa bagian tengah dan timur.

 


Sebagai indikator untuk memantau kejadian El Nino, biasanya digunakan data pengukuran suhu permukaan laut pada bujur 170°BB – 120°BB dan lintang 5°LS – 5°LU, dimana anomali positif mengindikasikan terjadinya El Nino. Dan fenomena La Nina ditandai dengan menurunnya suhu permukaan laut pada bujur 170°BB – 120°BB dan pada lintang 5°LS – 5°LU dimana anomali negatif, sehingga sering juga disebut sebagai fase dingin. Kedua fenomena di perairan pasifik ini memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan manusia

 

  1. Faktor Penyebab

  • Anomali suhu yang mencolok di perairan samudera pasifik.
  • Melemahnya angin passat (trade winds) di selatan pasifik yang menyebabkan pergerakan angin jauh dari normal.
  • Kenaikan daya tampung lapisan atmosfer yang disebabkan oleh pemanasan dari perairan panas dibawahnya. Hal ini terjadi di perairan peru pada saat musim panas.
  • Adanya perbedaan arus laut di perairan samudera pasifik.
  1. Proses Terjadinya


Keadaan Perairan Samudera Pasifik saat Normal


Keadaan Perairan Samudera Pasifik saat terjadi El Nino

    Pada bulan desember, posisi matahari berada di titik balik selatan bumi, sehingga daerang lintang selatan mengalami musim panas. Di Peru mengalami musim panas dan arus laut dingin Humboldt tergantikan oleh arus laut panas. Karena kuatnya penyinaran oleh sinar matahari perairan di pasifik tengah dan timur, menyebabakan meningkatnya suhu dan kelembapan udara pada atmosfer. Sehingga tekanan udara di pasifik tengah dan timur rendah, yang kemudian yang diikuti awan-awan konvektif (awan yang terbentuk oleh penyinaran matahari yang kuat). Sedangkan di bagian pasifik barat tekanan udaranya tinggi yaitu di Indonesia (yang pada dasarnya dipengaruhi oleh angin musoon, angin passat dan angin lokal. Akan tetapi pengaruh angin munsoon yang lebih kuat dari daratan Asia), menyebabkan sulit terbentuknya awan. Karena sifat dari udara yang bergerak dari tekanan udara tinggi ke tekanan udara rendah. Menyebabkan udara dari pasifik barat bergerak ke pasifik tengah dan timur. Hal ini juga yang menyebabkan awan konvektif di atas Indonesia bergeser ke pasifik tengah dan timur.

 


Keadaan Samudera Pasifik saat terjadi La Nina

    Sedangkan La Nina sebaliknya dari El Nino, terjadi saat permukaan laut di pasifik tengah dan timur suhunya lebih rendah dari biasanya pada waktu-waktu tertentu. Dan tekanan udara kawasan pasifik barat menurun yang memungkinkan terbentuknya awan. Sehingga tekanan udara di pasifik tengah dan timur tinggi, yang menghambat terbentuknya awan. Sedangkan di bagian pasifik barat tekanan udaranya rendah yaitu di Indonesia yang memudahkan terbentuknya awan cumulus nimbus, awan ini menimbulkan turun hujan lebat yang juga disertai petir. Karena sifat dari udara yang bergerak dari tekanan udara tinggi ke tekanan udara rendah. Menyebabkan udara dari pasifik tengah dan timur bergerak ke pasifik barat. Hal ini juga yang menyebabkan awan konvektif di atas pasifik ttengah dan timur bergeser ke pasifik barat.

  1. Dampak dan Pengaruh
  2. Pada Alam

  • Seperti pada saat terjadi El Nino di satu sisi dapat mengakibatkan meningkatnya suhu dan salinitas air laut yang dapat membahayakan padang lamun (sea grass) dan terumbu karang (coral reef) sebagai habitat dari berbagai jenis ikan. Padang lamun dan terumbu karang memiliki fungsi sebagai tempat pemijahan (spawning ground), pengasuhan (nursery ground) dan tempat mencari makan (feeding ground) bagi ikan-ikan. Padang lamun dan terumbu karang bila terkena sinar matahari berlebihan pertumbuhannya akan terganggu, rusak dan mati. Padang lamun dapat hidup dengan suhu optimum sekitar 28-30°C, kedalaman 0-22 m dan salinitas 25-35 ppt. Padang lamun memiliki nilai prodiktivitas yang tinggi yang bermanfaat bagi komunitas yang hidup di habitat tersebut. Ikan-ikan yang menghuni padang lamun, di antaranya: ikan-ikan parrot (Scarus dan Sparisoma), ikan surgeon (Acanthurus), ikan-ikan ballyhoo (Hemiramphus brasiliensis), ikan rudder (Kyphosus sectatrix), ikan trigger (Melichthys radula), dugong (Trichechus manatus), juvenile ikan, mollusca, echinoidea, dan crustacea. Sedangkan terumbu karang dapat tumbuh pada suhu 25-29°C, kedalaman 0-50 m dan salinitas 34-36 ppt. Pada saat El Nino, terjadi peningkatan pemutihan (bleaching) pada karang yang menyebabkan berkurangnya atau hilangnya ikan-ikan yang biasa hidup bergantung pada terumbu karang, begitu juga dengan padang lamun. Karena suhu yang semakin panas dan berkurangnya habitat, maka ikan-ikan akan melakukan migrasi ke tempat yang lebih dingin. El Nino juga mengakibatkan penurunan populasi ikan di Laut Pasifik, khususnya jenis pelagis seperti ikan sardine (Sardinops sagax), anchoveta (Engaulis ringens), ikan mackerel (Tranchurus murphyi dan Scomber japonicuperuanus) berkurang karena sedikitnya makanan yang tersedia. Hal ini semua dapat mengakibatkan berkurangnya hasil perikanan tangkap.
  • Di sisi lain upwelling juga dapat menaikkan biomassa plankton, yaitu seperti yang terjadi di wilayah Barat Sumatera dan Selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara terdapat peningkatan jumlah klorofil, plankton dan massa air yang mengandung banyak nutrien yang sangat bermanfaat bagi ikan. Pada saat inilah terdapat banyak ikan yang dapat menguntungkan dalam sektor perikanan tangkap.
  • Naiknya tekanan udara di pasifik tengah dan timur saat El Nino, menyebabkan pembentukan awan yang intensif. Hal ini yang menjadikan curah hujan yang tinggi di kawasan pasifik tengah dan timur. Sedangkan sebaliknya, di daerah pasifik barat terjadi kekeringan yang jauh dari normal.
  • Turunnya tekanan udara di pasifik tengah dan timur saat La Nina, menjadi hambatan terbentuknya awan di daerah ini, sehingga mengalami kekeringan. Sedangkan sebaliknya, di daerah pasifik barat curah hujan sangat tinggi. Hal ini menimbulkan banjir yang parah di Indonesia.
  1. Pada Manusia

Meningkatnya suhu permukaan laut yang biasanya dingin di perairan , mengakibatkan perairan yang tadinya subur akan ikan menjadi sebaliknya. Hal ini menyebabkan nelayan kesulitan mendapatkan ikan di perairan.

 

BAB III

KESIMPULAN

Peristiwa El Nino dan La Nina merupakan fenomena alam yang terjadi di peairan samudera pasifik. Yang kedua-duanya menyebabkan bencana pada daerah di sekitar perairan samudera pasifik. Daerah satu mengalami curah hujan yang sangat tinggi sehingga menyebabkan banjir, sedangkan daerah satunya mengalami kekeringan yang luar biasa. Yang menakutkan peristiwa El Nino dan La Nina tidak dapat dihindari akan tetapi dapat terdeteksi, sehingga negara-negara yang berada di sekitar samudera pasifik sebaiknya melakukan persiapan untuk mitigasi bencana.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Tjasyono bagong, KLIMATOLOGI, Penerbit ITB, Bandung

http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=307&fname=dampak.html

http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=307&fname=index.html

http://hendrasiry.wordpress.com/2009/08/13/bahaya-el-nino-ancam-indonesia/

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/38784/selamat-datang-el-nino

http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=9128&coid=1&caid=56&gid=3

http://ituapa.blogspot.com/2009/03/masih-terus-mendera-indonesia.html


 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s