Reklamasi Pantai

REKLAMASI PANTAI MALL JATILAND

KELURAHAN GAMALAMA

 

 


 

OLEH :

KELOMPOK 2

 

 

  • RIDWAN KAMARULLAH
  • M. SULTON UMAR
  • RIRIN RAHAYU
  • MARYANA SIDUL
  • M. ARMAN AHMAD

 

 

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

TERNATE

2012

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur Penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kemampuan, sehingga makalah yang berjudul “Reklamasi Pantai Mall Jatiland, Kelurahan Gamalama” ini dapat diselesaikan dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Dengan segala kemampuan yang terbatas, Kami mencoba menguraikan secara lengkap tentang dampak dari pembuatan reklamasi pantai. Dan dengan adanya makalah ini, kami berharap sedikit membantu para pembaca dan kami sendiri selaku penyusun dalam memahami dampak-dampak tersebut. Namun demikian, apabila dalam makalah ini dijumpai kekurangan dan kesalahan baik dalam pengetikan maupun isinya, Kami selaku tim penyusun dengan senang hati menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati, Kami selaku Penyusun menghaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dosen Pembimbing mata kuliah serta teman-teman angkatan maupun senior fakultas perikanan dan ilmu kelautan yang bersama-sama mewujudkan tercapainya tujuan perkuliahan ini. Semoga makalah yang sederhana ini bermanfaat adanya. Amin yaa rabb.

 
 

Ternate, Desember 2012

Team Penyusun

 

Kelompok 2

 

 

  1. PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang

Reklamasi adalah suatu proses membuat daratan baru pada suatu daerah perairan/pesisir pantai atau daerah rawa. Hal ini umumya dilator belakangi oleh semakin tingginya tingkat populasi manusia, khususnya di kawasan pesisir, yang menyebabkan lahan untuk pembangunan semakin sempit. Pertumbuhan penduduk dengan segala aktivitasnya tidak bisa dilepaskan dengan masalah kebutuhan lahan. Pembangunan yang ditujukan untuk menyejahterakan rakyat yang lapar lahan telah mengantar pada perluasan wilayah yang tak terbantahkan.

Hal ini menyebabkan manusia memikirkan untuk mencari lahan baru, terutama daerah strategis dimana terjadi aktifitas perekonomian yang padat seperti pelabuhan, bandar udara atau kawasan komersial lainnya, dimana lahan eksisting yang terbatas luasan dan kondisinya harus dijadikan dan diubah menjadi lahan yang produktif untuk jasa dan kegiatan perkotaan.

Pembangunan kawasan komersial jelas akan mendatangkan banyak keuntungan ekonomi bagi wilayah tersebut. Asumsi yang digunakan disini adalah semakin banyak kawasan komersial yang dibangun maka dengan sendirinya juga akan menambah pendapatan asli daerah (PAD). Reklamasi memberikan keuntungan dan dapat membantu kota dalam rangka penyediaan lahan untuk berbagai keperluan (pemekaran kota), penataan daerah pantai, pengembangan wisata bahari, dan lain-lain. Namun harus diingat pula bahwa bagaimanapun juga reklamasi adalah bentuk campur tangan (intervensi) manusia terhadap keseimbangan lingkungan alamiah pantai yang selalu dalam keadaan seimbang dinamis sehingga akan melahirkan perubahan ekosistem seperti perubahan pola arus, erosi dan sedimentasi pantai, dan berpotensi gangguan lingkungan.

Pembangunan kawasan Reklamasi sendiri telah diaplikasikan di Kota Ternate yang notabene merupakan salah satu kota pesisir yang ada di wilayah Timur Indonesia. Ternate mengalami keterbatasan lahan bagi pengembangannya maka kegiatan reklamasi pantai sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan perekonomian dan pengembangan Kota Ternate. Pengembangan kawasan reklamasi pantai tersebut memberikan dampak yang besar bagi perkembangan ekonomi, sosial dan lingkungan di wilayah Kota Ternate, sehingga pengembangan kawasan reklamasi pantai sesuai dengan konsep pemerintah yaitu tetap memberikan ciri dan identitas Kota Ternate sebagai Kota Pantai (water front city) sesuai dengan Visi dan Misi Pembangunan Kota Ternate.

  1. Tujuan Dan Manfaat

Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari praktikum ini diantaranya :

  1. Agar mahasiswa dapat mengetahui dampak dari pembuatan reklamasi pantai.
  2. Di harapkan pada mahasiswa dapat menjadikan ini sebagai contoh untuk melahirkan solusi-solusi alternatif yang lebih bijak.
  3. Agar menjadi bahan diskusi apakah perbaikan pada kerusakan lingkungan dapat dilakukan.

 

 

 

  1. PEMBAHASAN
    1. Waktu, Tempat Dan Metode Praktikum

Praktikum yang dilakukan oleh kelompok 2 dilakukan pada hari Sabtu tanggal 8 desember 2012 bertempat diseputaran kawasan Mall Jatiland Ternate. Dengan metode yang dipakai yaitu Checklist (Mitchell, 1997), wawancara dan observasi langsung.

  1. Kebijakan Yang Mengatur Reklamasi Pantai

Reklamasi Pantai bisa dilakukan dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-undang no. 27 tahun 2007 pada pasal 34 menjelaskan bahwa hanya dapat dilaksanakan jika manfaat sosial dan ekonomi yang diperoleh lebih besar dari biaya sosial dan biaya ekonominya. Namun demikian, pelaksanaan reklamasi juga wajib menjaga dan memperhatikan beberapa hal seperti a) keberlanjutan kehidupan dan penghidupan masyarakat; b) keseimbangan antara kepentingan pemanfaatan dan pelestarian lingkungan pesisir; serta c) persyaratan teknis pengambilan, pengerukan dan penimbunan material.

  1. Proyek Reklamasi Pantai Mall Jatiland.

Proyek ini berawal ketika Pemerintah Kota Ternate menyusun program rencana pengembangan kawasan Kelurahan Gamalama sebagai pusat bisnis dan jasa. Mega proyek pengembangan kawasan ini sesungguhnya merupakan proyek perluasan lahan melalui Reklamasi Pantai. Proyek ini pula dianggap sebagai salah satu jawaban untuk mengatasi pertumbuhan penduduk Kota Ternate yang sangat tinggi. Juga sebagai jawaban atas kurangnya lahan untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Reklamasi pantai untuk pembuatan Mall Jatiland menjadi masterpice Pemerintah Kota dalam membangun kawasan pusat bisnis (Central Business District). Dari sini diharapkan bahwa lingkungan bisnis yang tercipta akan semakin dinamis, serta memperkokoh posisi Ternate sebagai pusat perdagangan dan keuangan yang utama di Maluku Utara.

Pengembangan kawasan Reklamasi Pantai Mall Jatiland pasti akan memberi dampak terhadap aspek-aspek lingkungan. Seperti aspek fisik, sosial, budaya dan ekonomi. Hal inilah yang menjadi perdebatan sejak rencana proyek ini diadakan. Para pemerhati lingkungan dari perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan ahli-ahli lingkungan berpandangan bahwa Reklamasi diwilayah Kelurahan Gamalama tidak perlu dilakukan karena akan menimbulkan dampak negatif yang sulit ditanggulangi dan cenderung menurunkan atau merusak lingkungan. Sementara di lain sisi, Pemerintah Kota dan asosiasi pengusaha menilai bahwa ini baik dilakukan untuk menciptakan iklim bisnis yang lebih baik sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Terdapatnya dua pandangan pada kasus diatas menjelaskan bahwa “kebenaran” merupakan sesuatau yang tidak mutlak, dan dapat dipengaruhi oleh kacamata yang kita gunakan dalam melihat sebuah kasus. Hal ini harus diperhatikan ketika kita membahas beberapa metode yang biasanya dipakai untuk mencari solusi alternatif.

  1. Dampak Yang Ditimbulkan Dari Reklamasi Pantai.

Dampak yang di timbulkan di akibatkan karena kegiatan-kegiatan berikut :

  1. Penambahan material batu dan tanah secara terus-menerus ke perairan guna melakukan Reklamasi untuk pembangunan jalan Tapak 1 plus- Tapak 3 yang pengerjaannya masih tetap berlangsung.
  2. Pembuatan system Drainase dibagian belakang Mall Jatiland dan jalan tapak yang mulai dibangun.
  3. Pengerjaan beberapa bagian dari Mall Jatiland yang sementara berlangsung diantaranya pembangunan gedung bioskop dan hotel.

Karena kegiatan seperti yang disebutkan pada poin-poin diatas sehingga menimbulkan dampak fisik, biologi, sosial-ekonomi yang diantaranya sebagai berikut :

  1. Dampak Fisik

Dampak fisik terjadi karena adanya perubahan lingkungan. Berdirinya bangunan konstruksi dikawasan yang direklamasi menyebabkan berubahnya bentang alam (geomorfologi) dan aliran air (hidrologi) di kawasan reklamasi tersebut. Perubahan itu antara lain berupa tingkat kelandaian, komposisi, pola pasang surut dan pola arus laut sepanjang pantai. Potensi banjir akibat proyek reklamasi itu akan semakin meningkat bila dikaitkan dengan adanya kenaikan muka air laut yang disebabkan oleh pemanasan global.

  1. Dampak Biologi

Dampak biologi yang ditimbulkan diantaranya rusaknya ekosistem didaerah yang direklamasi seperti hilangnya ekosistem lamun dan rusaknya terumbu karang. Karena perubahan arus laut seperti yang disebutkan pada dampak fisik diatas juga menyebabkan ikan-ikan yang ada dikawasan tersebut berpindah tempat.

  1. Dampak Sosial-Ekonomi

Dampak sosial-ekonomi yang sempat kami amati :

  • Karena geliat ekonomi yang semakin dinamis sehingga mayoritas penduduk meninggalkan profesi lamanya sebagai nelayan dan beralih ke pekerjaan disektor dagang dan jasa.
  • Terjadi kesenjangan sosial karena pasar modern (Mall Jatiland) jaraknya terlalu dekat dengan pasar tradisional.
  • Pendatang-pendatang baru yang kian membanjiri kota dan menggerus mendominasi sector dagang dan jasa warga-warga lokal. inipun kerap menjadi konflik social.
  • Namun karena tingkat pendapatan masyarakat meningkat. Sehingga mayoritas masyarakat setuju dengan pembangunan reklamasi, ini juga sesuai dengan hasil penelitian Wahyuni 2012

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Penting dicatat bahwa keberadaan pencemar memerlukan suatu penilaian yang subjektif, apakah pengaruh buruk telah terjadi atau tidak. Kenyataannya, terdapat pertentangan pendapat dalam hal ini. Sebagai contoh, pada saat zat hara makanan tumbuhan dilepaskan ke jalur perairan, menyebabkan pertambahan jumlah tumbuhan yang ada dan seringkali penggabungannya memperbanyak jumlah ikan. Jadi, nelayan akan menganggap tindakan ini menguntungkan dan dengan demikian bukanlah pencemaran. Sebaliknya, pihak pengelola pasokan air minum mungkin menemukan bahwa kandungan ganggang dalam air akan bertambah dan pengukuran penanggulangan diperlukan untuk mendapatkan kualitas air minum yang memadai. Jadi pihak pengelola akan menganggap bahwa pencemaran telah terjadi. Karena penilaian subjektif dilakukan oleh manusia, “faktor manusia” merupakan hal yang kritis dalam pengelolaan pencemaran.

Dalam pembangunan Reklamasi Pantai Mall Jatiland harus pula dinilai secara subjektif, melihat untung-rugi dan keseimbangan dari pada ekosistem adalah hal utama yang harus diperhatikan. Terkait dengan perubahan bentang lahan, rusaknya biota, sedimentasi dan sebagainya, hendaknya dicari jalan keluar bersama-sama.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Arya Wisnu. 2004. Dampak Pencemaran Lingkungan. ANDI. Yogyakarta.

Connel dan Miller.1995 . Kimia Dan Ekotoksikologi Pencemaran. UI-Press. jakarta. Penerjemah : Yanti koestoer

Mitchell, Setiawan dan Rahmi Dwita. 2007. Pengelolaan Sumberdaya Dan Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Wahyuni M., Patty. 2012. Dampak Reklamasi Pantai Untuk Pengembangan Kota Terhadap Lingkungan Fisik Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Upn “Veteran” Yogyakarta. Thesis

http://www.ary.4t.com

http://darius-arkwright.blogspot.com/2010/04/pendahuluan-reklamasi-adalah-suatu.html

http://www.ilmusipil.com/analisa-dampak-reklamasi-pada-daerah-pesisir-pantai

http://repository.upnyk.ac.id/4581/

http://staff.ui.ac.id/internal/131671356/publikasi/ReklamasiPantai.pdf

http://eprints.undip.ac.id/3669/1/Artikel_Slamet_Santoso.pdf

http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/ffc47845ef41568b2b6952772ddb57d4.pdf

http://eprints.undip.ac.id/17572/1/HENNI_WIJAYANTI_M..pdf

 

 

 

 

 

DOKUMENTASI


Saluran Drainase Yang Baru Dibangun

 


Jalan Tapak 1 Plus- Tapak 3 Dibelakang Mall Jatiland

 

 

 


Material Yang Digunakan Untuk Mengurug

 


Aktifitas Pembangunan Mall Jatiland Yang Terus Berlangsung

 

 

 


Tampak Bagian Belakng Mall Jatiland

 


Baliho Estimasi Proyek Pembangunan Tapak

 

 

 

 


Gambar Ternate Dan Reklamasi Yang Tampak Dari Udara,

Ini Diambil Sebelum Mall Jatiland Dan Bangunan Lain Berdiri

(http://www.ary.4t.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s